Berita Bola – UEFA Berencana Gelar Satu Kompetisi Lagi Ini Kompetisi Ketiga Setelah Liga Champions dan Liga Europa

Berita Bola – UEFA telah memiliki dua ajang yang bisa diikuti oleh berbagai macam klub-klub di Eropa. Pada musim 2021-2022, federasi tersebut diyakini akan memperkenalkan satu kompetisi tambahan.

Seperti yang diketahui, UEFA merupakan penyelenggara resmi ajang terbesar tingkat klub di Eropa, Liga Champions. Sejak tahun 1955, dan sempat ganti nama, kompetisi tersebut selalu mempertemukan tim-tim besar dan menyajikan pertandingan seru.

Selain itu, UEFA juga memegang ajang Liga Europa yang cukup sering disebut sebagai kompetisi kasta kedua. Walaupun tidak sebesar Liga Champions, namun ajang ini tetap mampu menyedot animo para pencinta sepak bola di seluruh dunia sejak tahun 1971.

Agnelli sendiri mengaku telah mendapatkan ‘lampu hijau’ dari UEFA untuk agenda pelaksanaannya. Hal itu ia sampaikan dalam rapat anggota ECA yang digelar di Split, Kroasia, baru-baru ini. Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) terus melakukan inovasi dari sisi turnamen antarklub se-Benua Biru. Satu di antaranya sudah tercetus, Selasa (11/9/2018) siang waktu Kroasia.

Menurut Presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA), Andrea Agnelli, UEFA sudah sepakat bakal menciptakan kompetisi ketiga setelah Liga Champions dan Liga Europa. Agnelli enggan mengungkapkan apa nama kompetisi anyar yang bakal dimulai pada 2021.

Seperti dirilis Guardian, pada 2021 nanti, Eropa akan mengelola sekitar tambahan 96 klub yang akan mengikuti kompetisi ketiga tersebut. Selain itu, Agnelli memastikan, jenis kompetisi tersebut tidak akan memiliki tim-tim asal Premier League Inggris, La Liga Spanyol, Bundesliga Jerman, Serie A Italia atau Ligue 1 Prancis.

Agnelli mengakui, tujuan dari terbentuknya kompetisi ke-3 di kasta Eropa tersebut adalah kesetaraan dan kesempatan. Menurutnya, selama ini banyak klub-klub di bawah ECA yang ingin merasakan aroma Eropa, dan selalu gagal jika bersua tim-tim raksasa di Liga Champions maupun Liga Europa.

“Sudah mendapat lampu hijau dari komite eksekutif UEFA. Jadi, nantinya akan ada 96 klub pada 2021-2022, dan itu akan menjadi titik balik sebuah perubaham,” jelas Agnelli, yang juga presiden Juventus. Kawasan Eropa tak lagi memiliki tiga kompetisi sejak penghapusan Piala Winner pada 1999.

Agnelli mengakui, model kompetisi sekarang sudah membutuhkan modernisasi. “Semua itu akan kami ciptakan pada 2024. Kami ingin ada penyegaran, dan itu akan menguntungkan bagi siapapun,” tegasnya.

Kompetisi tersebut nantinya akan berstatus tingkat ketiga dan diikuti oleh 32 tim dengan format grup. Jumlah itu pun membuat ajang UEFA lainnya mengalami sedikit perubahan dalam jumlah klub yang akan ikut.

Liga Europa, yang sebelumnya diikuti 42 tim, akan dikurangi hingga menjadi 32 tim dengan format yang sama. Sedangkan Liga Champions sendiri tidak mengalami perubahan sama sekali, baik format maupun jumlah tim.

Selain pengumuman adanya kompetisi ke-3 di kawasan Eropa, Agnelli mengumumkan bakal terbentuknya aturan baru dalam Financial Fair Play. “Selama ini FFF berjalan baik, dan memberi efek positif. Kami akan menyempurnakan sesuai kondisi terkini,” ujarnya. “Faktor penentu dalam mencapai posisi ini adalah kebutuhan untuk meningkatkan nilai keseluruhan kompetisi,” tutup Agnelli.

Diskusi lebih lanjut akan dilakukan pada akhir tahun ini. Pada pertemuan itu, perwakilan dari UEFA diyakini akan turut serta.